Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget edited by Anang

Monday, May 31, 2010

Defensive Driving

DEFENSIVE DRIVING


I. PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang

Setiap hari selalu terjadi kecelakaan lalulintas di berbagai tempat. Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan WHO, jauh lebih banyak orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan akibat penyakit seperti kanker,wabah SARS, demam berdarah dan sebagainya.

Setiap menit 2 orang meninggal dunia di seluruh dunia akibat kecelakaan lalulintas atau lebih kurang 3.000 orang setiap hari dari 140.000 orang yang terlibat kecelakaan. Hanya para pengemudi yang benar dan profesional yang dapat menghindari dan mencegah kecelakaan lalulintas. Mengemudi bukan merupakan pekerjaan sambilan, tetapi merupakan pekerjaan yang memerlukan perhatian penuh, oleh karena itu pada saat mengemudikan kendaraan, pengemudi harus menyadari akan hal ini. Setiap saat pengemudi bisa menghadapi keadaan yang berbahaya bila mengemudikan kendaraan dengan cara yang tidak tepat dan benar.

Setiap orang dapat mengemudi dengan sempurna untuk jarak 10 atau 100 meter atau bahkan sampai satu kilometer, tetapi mengemudi untuk jarak ratusan bahkan ribuan kilometer dengan sempurna memerlukan pengemudi yang benar-benar profesional. Pengemudi yang selamat bukanlah mereka yang beruntung dalam menghindari kecelakaan saat kecelakaan hampir terjadi, tetapi mereka yang mengemudi dengan benar dan peduli terhadap orang lain. Kondisi lalu lintas saat ini yang sangat ramai dan banyaknya perilaku pengguna jalan yang menyimpang atau melanggar aturan serta kondisi dan kualitas jalan yang kurang memadai menuntut kemampuan pengemudi yang tinggi dalam ketrampilan, pengetahuan dan pengambilan keputusan.

Pengemudi yang profesional dan benar harus memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Memiliki ilmu dan pengetahuan tentang cara dan teknik mengemudi yang benar dan tepat
2. Memiliki kewaspadaan yang tinggi selama mengemudi
3. Memiliki penglihatan dan pandangan ke segala arah serta jauh ke Depan
4. Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat
5. Memiliki keahlian dan ketrampilan sebagai hasil dari proses

Pembelajaran dan pengalaman mengemudi Pengemudi yang sudah memahami dan melaksanakan teknik mengemudi yang benar akan mengemudikan kendaraannya dengan selamat dan dapat mengatasi permasalahan serta kesulitan akibat kondisi cuaca, kondisi jalan, kondisi lalu lintas dan perilaku pengemudi lain

1. 2. Maksud dan Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada peserta pelatihan untuk menjadi pengemudi yang benar dan professional dengan cara mengubah perilaku dan kebiasaan mengemudi sehingga dapat:

1. Mencegah kecelakaan dan mengurangi dampak yang ditimbulkannya
2. Mengurangi biaya perawatan kendaraan dan menghemat biaya pemakaian bahan bakar
3. Mengurangi stress dan beban mental selama mengemudi
4. Memberikan kenyamanan kepada penumpang yang dibawa atau keselamatan barang yang dibawa.

1.3. DATA DAN FAKTA KECELAKAAN






II. Defensive Driving

2.1. Pengertian Defensive Driving / Mengemudi Defensive

Mengemudi merupakan aktivitas yang banyak disukai oleh banyak orang, baik tua maupun muda, pria maupun wanita namun tanpa disadari aktivitas ini merupakan aktivitas yang sangat berbahaya, korban kecelakaan lalu lintas sangat besar jumlahnya, kerugian materi juga sangat menakjubkan jumlahnya oleh karena itu mengemudilah secara Defensive agar kecelakaan tidak menimpa anda ,keluarga anda atau orang lain.

Apa yang dimaksud mengemudi Defensive?

Mengemudi Defensive ialah mengemudi secara aman baik untuk diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain

Bagaimana menjadi pengemudi Defensive ?

Seorang pengemudi Defensive harus memahami beberapa hal diantaranya:

1. Memahamai bahaya dan resiko
2. Memahami seluruh alat kontrol serta fitur yang ada pada kendaraan yang di kemudikan
3. Memahami cara mengemudi yang benar
4. Mampu menganalisa potensi resiko yang dihadapi
5. Mampu membuat keputusan secara cepat dan tepat
6. Mampu menentukan resiko yang terkecil/teredah
7. Mampu mencegah kecelakaan yang mungkin terjadi

Defensive Driving merupakan satu kebutuhan manusia modern di mana dalam kehidupan sehari hari pasti menggunakan jalan raya bahkan menurut survey oleh NHTSA ( National Highway Traffic Safety Administration ) mengatakan manusia modern memiliki potensi kecelakaan lalu lintas sebesar 86% sepanjang hidupnya, mungkin anda sebagai manusia modern te lah mengalami kecelakaan lalu lintas

Mengemudi secara Defensive telah digunakan di banyak negara dan merupakan standard dalam proses dalam mendapat driving lisence jadi anda yang telah mengemudi lebih dari satu tahun anda masih dapat memperdalam cara mengemudi anda dengan tujuan untuk keselamatan diri anda.

3.1 Prinsip dan Teknik Keselamatan Mengemudi


3.1.1 Sebelum Mengemudi
1. Pastikan kondisi pengemudi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani
2. Pengemudi harus memahami bahwa “ Mengemudi tanpa kecelakaan merupakan kunci atas tugas dan tanggung jawabnya “
3. Pengenalan Kendaraan
Pengenalan dan pemahaman akan kendaraan menjadi bagian penting lainnya, yang mencakup 3 kelompok, yaitu:

1. Indikator kontrol, meliputi indikator air, oli, aki, putaran mesin, temperatur, dan tekanan.
2. Fisik kendaraan, meliputi track base (jarak lebar roda), wheelbase (jarak sumbu roda),roda/ban, radius putar, dan tinggi kendaraan.
3. Karakter kendaraan, diantaranya sudut steer (roda kemudi), rem, dan tenaga.

Sudut steer (roda kemudi), dilakukan dengan pergerakan ke kiri dan ke kanan saat kita mulai pergerakan. Lakukan Ini di area yang aman dengan kecepatan yang pelan. Dengan demikian kita akan segera tahu kemampuan dan kondisi putar dari kendaraan tersebut.

4. Pengemudi harus melakukan pemeriksaan pra-perjalanan mengenai:

a. Registrasi kendaraan yang masih berlaku
b. Prosedur kecelakaan / perbaikan
c. Kondisi dan operasi setiap bagian kendaraan termasuk perlengkapan safetynya.

JDDC /Jakarta Defensive Driving Consulting memberi satu simbol kata untuk Pemeriksaan Pra-Perjalanan,yaitu:

BALOK, yang merupakan singkatan dari :

B (ban, bodi kendaraan),

A untuk air (radiator, aki, wiper),

L untuk listrik (lampu-lampu, klakson),

O untuk olie (mesin, power steering, rem, transmisi otomatik), dan

K untuk karet/kabel (fan belt, selang-selang), Kertas (SIM, STNK, KTP, dll)

5. Merencanakan dan memahami rute yang ditempuh.

6. Mematuhi undang-undang lalu-lintas




 

7. Memahami Pengereman dan Fungsi Rem


Mengenai karakter rem, sebaiknya kita melakukan penginjakan pedal rem, dari halus sampai yang paling dalam sehingga kita mengerti karakter dan sensitivitas dari rem tersebut. Tindakan harus dilakukan di area aman, dengan demikian kita dapat menghindari kepanikan ketika harus melakukan pengereman tiba-tiba.

Jarak berhenti kendaraan akan sangat dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut:
a. Manusia : kondisi fisik, umur, mental dari pengemudi

b. Kecepatan : semakin cepat laju kendaraan, semakin besar daya kinetik yang terjadi, dan ini akan membuat jarak pengereman menjadi lebih panjang.

c. Kondisi ban : permukaan ban yang baik tidak kurang dari 2mm akan membuat traksi/cengkeraman roda menjadi maksimal ketika pengereman berlangsung.

d. Cuaca : cuaca panas pada permukaan aspal akan membuat cengkeraman roda berkurang saat
dilakukan pengereman.

e. Lintasan : lintasan gravel, basah, dan berpasir ikut memberikan jarak berhenti yang panjang
dibandingkan permukaan tanah kering/aspal.

f. Bobot kendaraan : semakin berat beban dari sebuah kendaraan akan memberikan daya kinetik/dorong yang besar kepada kendaraan tersebut. Dengan demikian jarak berhenti kendaraan semakin panjang.

Ada dua fase reaksi di sini :

Fase pertama, reaksi manusia, yaitu pengemudi memerlukan waktu untuk mengobservasi sebelum memutuskan tindakan dan akhirnya bereaksi. Selama masa observasi, kendaraan tetap bergerak dan pengemudi belum melakukan tindakan apa-apa.

Fase kedua, yaitu reaksi mekanikal, di mana roda tidak langsung aktif seketika saat merespon reaksi pengemudi.

Jika kendaraan kita masih menggunakan tromol dan belum dilengkapi ABS, maka ada baiknya kita mempelajari teknik pengereman stab dan squeeze. Kedua teknik ini dibutuhkan saat kondisi darurat.

Teknik stab yaitu pompa pedal rem sampai terkunci, kemudian lepas, dan tekan lagi.

Sementara teknik squeeze, yaitu pompa pedal rem, tekan, lepas, tekan.

Apabila kedua teknik diatas tidak bisa dan tiba-tiba Rem Mobil Anda Blong


Kecelakaan kendaraan salah satunya disebabkan karena rem blong dan ini sudah banyak merenggut korban jiwa.

Lalu bagaimanamengatasinya?

Jika anda berkendara dan rem tiba-tiba blong, maka pertama kali dilakukan adalah

1. jangan panik dan kendalikan emosi. Kemudian perlahan-lahan kurangi kecepatan kendaraaan. Kemudian pindahkan kaki anda dari pedal gas lalu segera fungsikan rem tangan.

2. Usahakan untuk mengangkat tuas rem tangan dengan pelan-pelan namun pasti hingga optimal. Jangan pernah mengangkat tuas rem tangan sampai habis. Sebab jika anda melakukan pengereman mendadak, bisa jadi bagian belakang kendaraan anda mengalami traksi mendadak.

Jika itu terjadi, kendaraan Anda bisa melintir dan terbalik. Tentunya ini sangat membahayakan.

3. Selain itu, bisa juga menggunakan engine brake atau pengereman melalui pemindahan transmisi. Meski secara normal untuk memasukan gigi sangat sulit begitupun untuk memindahkannya dari posisi lima hingga kegigi satu. Namun ini bisa dipaksakan karena ini dalam kondisi darurat. Nyawa lebih penting daripada kerusakan mesin mobil Anda.

Bersambung..

No comments:

Post a Comment

make cash

ShoutMix chat widget